Krisis
ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 telah menyadarkan kita akan
kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sangat rendah, statemen ini secara
tidak langsung juga merujuk pada mutu pendidikan yang menghasilkan sumber daya
manusia itu sendiri. Merespon persoalan tersebut Depdiknas menyusun kebijakan
pendidikan yang berbasis luas dan mendasar (broad based education),
berorientasi pada kecakapan hidup (life skills), dan berbasis masyarakat
(community based education). Program life skills ini diimplementasikan melalui
dua jalur yaitu pendidikan formal dan nonformal (PNF). Program life skills PNF
pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan,
sikap dan kemampuan yang memungkinkan warga belajar dapat hidup mandiri.
Pendidikan non formal seperti PKBM
dinilai sangat efektif untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan yang
melilit negeri ini. Antara lain, besarnya angka pengangguran akibat kurang
terampil. Salah satu langkah yang begitu penting dalam mewujudkan masyarakat
terdidik dan sejahtera dalam bidang pendidikan non formal adalah program
pendidikan life skill. Dimana ini pun menjadi primadona bagi PLS. Karena
menjadi tujuan utama pendidikan non formal untuk meningkatkan kecakapan hidup
masyarakat.
Life skill, lanjutnya, adalah salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran. problem akan minimnya pengetahuan kebutuhan dunia kerja menyebabkan penyerapan lulusan pendidikan formal dan nonformal masih rendah. Program ini, tambah Bakharudin lagi, bertujuan meningkatkan keterampilan dan kecakapan hidup peserta didik, sehingga lulusannya menjadi tenaga terampil atau mampu berusaha mandiri. Kemandirian itu berbasis potensi unggulan daerah baik yang berspektrum pedesaan maupun perkotaan, serta berorientasi pada pasar lokal, nasional, dan global.
Posting Komentar