BREAKING NEWS

Fashion

Rabu, 11 November 2015

Life Skill



Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 telah menyadarkan kita akan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sangat rendah, statemen ini secara tidak langsung juga merujuk pada mutu pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia itu sendiri. Merespon persoalan tersebut Depdiknas menyusun kebijakan pendidikan yang berbasis luas dan mendasar (broad based education), berorientasi pada kecakapan hidup (life skills), dan berbasis masyarakat (community based education). Program life skills ini diimplementasikan melalui dua jalur yaitu pendidikan formal dan nonformal (PNF). Program life skills PNF pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap dan kemampuan yang memungkinkan warga belajar dapat hidup mandiri.

Pendidikan non formal seperti PKBM dinilai sangat efektif untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan yang melilit negeri ini. Antara lain, besarnya angka pengangguran akibat kurang terampil. Salah satu langkah yang begitu penting dalam mewujudkan masyarakat terdidik dan sejahtera dalam bidang pendidikan non formal adalah program pendidikan life skill. Dimana ini pun menjadi primadona bagi PLS. Karena menjadi tujuan utama pendidikan non formal untuk meningkatkan kecakapan hidup masyarakat.

Life skill, lanjutnya, adalah salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran. problem akan minimnya pengetahuan kebutuhan dunia kerja menyebabkan penyerapan lulusan pendidikan formal dan nonformal masih rendah. Program ini, tambah Bakharudin lagi, bertujuan meningkatkan keterampilan dan kecakapan hidup peserta didik, sehingga lulusannya menjadi tenaga terampil atau mampu berusaha mandiri. Kemandirian itu berbasis potensi unggulan daerah baik yang berspektrum pedesaan maupun perkotaan, serta berorientasi pada pasar lokal, nasional, dan global.

Share this:

Posting Komentar

 
Back To Top
Distributed By Blogger Templates | Designed By OddThemes